Pernah lihat label “gula total” di susu, tapi tidak ada tambahan gula di komposisinya? Ini sering bikin bingung. Padahal jawabannya sederhana: laktosa adalah gula alami yang memang sudah ada di dalam susu sapi dan susu mamalia lainnya.
Artinya, susu tetap bisa mengandung gula meskipun tidak ditambahkan gula pasir atau sukrosa saat proses produksinya. Karena itu, selalu cek komposisi dan Informasi Nilai Gizi agar tidak salah membaca label. Yuk, kita kupas pelan-pelan supaya kamu makin paham saat memilih susuterbaik untuk keluarga.
Laktosa adalah gula alami yang terdapat dalam susu mamalia, termasuk susu sapi dan ASI. Laktosa termasuk karbohidrat jenis disakarida yang tersusun dari dua gula sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa.
Berbeda dengan gula pasir yang ditambahkan ke makanan atau minuman, laktosa sudah secara alami menjadi bagian dari susu sejak awal.
Secara sederhana, laktosa terdiri dari:
Karena tersusun dari dua komponen ini, laktosa termasuk dalam kelompok disakarida.
Agar bisa digunakan tubuh, laktosa harus dipecah dulu oleh enzim bernama laktase yang ada di usus halus.
Setelah terpecah, glukosa dan galaktosa akan diserap dan digunakan sebagai energi. Kalau enzim laktase cukup, proses ini berjalan lancar. Tapi kalau jumlahnya rendah, laktosa bisa tidak tercerna dengan baik.
Secara alami, laktosa berperan sebagai salah satu sumber energi dari susu. Setelah dipecah, hasilnya membantu mendukung kebutuhan energi harian tubuh.
Selain itu, keberadaan laktosa juga menjelaskan kenapa susu tanpa tambahan gula tetap bisa memiliki angka “gula total” pada label gizi. Ini karena gula tersebut berasal dari laktosa alami, bukan dari gula tambahan. Hal ini penting banget supaya kamu tidak salah paham saat membaca label nutrisi.
Sumber utama laktosa adalah susu dan produk turunannya.
Beberapa contoh makanan yang mengandung laktosa:
Namun, kadar laktosa bisa berbeda tergantung proses pengolahan. Misalnya, produk fermentasi biasanya memiliki kandungan laktosa yang lebih rendah dibanding susu segar.
Walaupun sama-sama termasuk gula, laktosa dan sukrosa adalah dua hal yang berbeda.
Faktanya, susu sapi memang mengandung gula alami yang selalu kita sebut dengan nama laktosa. Laktosa adalah gula alami yang menjadi sumber energi penting bagi tubuh. Laktosa adalah gula alami yang ditemukan dalam susu mamalia, termasuk susu sapi dan ASI (Air Susu Ibu). Laktosa memberikan kalori yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak serta memberikan energi yang dibutuhkan oleh orang dewasa. Laktosa juga penting bagi kesehatan usus dan pencernaan.
Sukrosa adalah gula tambahan yang sering dikenal sebagai gula meja atau gula pasir. Ini adalah jenis gula yang paling umum ditemukan dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Namun, penting untuk dicatat bahwa sukrosa bukanlah komponen alami dari susu sapi.
Jadi, ketika Moms memilih produk susu olahan atau fresh milk pasteurisasi, penting untuk membaca label dengan cermat untuk memeriksa apakah ada penambahan sukrosa atau hanya laktosa sebagai gula alami susu.
Greenfields fresh milk, pastikan pada tabel Informasi Nilai Gizi tidak mengandung sukrosa tambahan. Seringkali laktosa “dituduh” sebagai penyebab lactose intolerance.
Padahal sebenarnya, intoleransi laktosa terjadi karena kekurangan enzim laktase, bukan karena laktosanya berbahaya.
Ini salah satu pertanyaan yang paling sering muncul.
Jawabannya sederhana: karena susu secara alami mengandung laktosa.
Jadi, meskipun tidak ada tambahan gula, angka “gula total” tetap muncul di label nutrisi. Itu bukan berarti ada gula tambahan, tapi memang berasal dari laktosa alami susu.
Hal yang perlu kamu perhatikan adalah:
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak dapat mencerna seluruh laktosa dengan baik karena aktivitas enzim laktase di usus halus tidak mencukupi.
Jika laktosa tidak terurai sempurna di usus halus, laktosa akan masuk ke usus besar. Bakteri di usus besar kemudian memproses laktosa tersebut dan menghasilkan gas serta cairan. Pada sebagian orang, proses tersebut dapat menimbulkan keluhan pencernaan.
Produksi enzim laktase dapat menurun secara alami setelah masa bayi pada sebagian orang. Kondisi yang disebut lactase nonpersistence ini merupakan penyebab paling umum rendahnya kemampuan tubuh mencerna laktosa.
Selain itu, beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan kadar laktase menjadi rendah, seperti gangguan atau cedera pada usus halus. Pada kasus yang sangat jarang, seseorang juga dapat lahir dengan kondisi bawaan yang membuat produksi laktasenya sangat sedikit.
Bayi yang lahir prematur juga dapat memiliki kadar laktase lebih rendah untuk sementara karena perkembangan usus halusnya belum sempurna. Jadi, intoleransi laktosa bukan terjadi karena laktosa merupakan gula yang “berbahaya”, melainkan karena kemampuan tubuh setiap orang dalam mencernanya dapat berbeda.
Gejala intoleransi laktosa umumnya berupa keluhan pada saluran pencernaan setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.
Beberapa keluhan yang dapat muncul adalah:
Tingkat gejala dapat berbeda pada setiap orang dan dapat dipengaruhi oleh jumlah laktosa yang dikonsumsi.
Tidak semua orang yang memiliki kemampuan mencerna laktosa lebih rendah pasti mengalami gejala. Bahkan, sebagian orang dengan intoleransi laktosa masih dapat mengonsumsi laktosa dalam jumlah tertentu tanpa mengalami keluhan.
Banyak yang masih mengira keduanya sama, padahal berbeda jauh.
Alergi susu bisa lebih serius karena melibatkan sistem kekebalan tubuh, sedangkan intoleransi laktosa lebih ke masalah pencernaan.
Kalau kamu sering mengalami gejala setelah minum susu, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan untuk memastikan penyebabnya.
Supaya kamu lebih nyaman dalam memilih susu untuk keluarga, ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan:
Kalau kamu mencari susu segar untuk konsumsi harian, Greenfields Fresh Milk bisa menjadi salah satu pilihan praktis untuk melengkapi kebutuhan keluarga di rumah.
Singkatnya, laktosa adalah gula alami dalam susu, berbeda dengan sukrosa dari sumber maupun cara cernanya. Jadi, gula di label susu tak selalu berarti pemanis tambahan, memudahkan Anda memilih susu keluarga.
Selain gizi, proses produksi dan kualitas sumber susu juga penting diperhatikan.
Sebagai pelopor Fresh Milk Pasteurisasi No. 1 pilihan keluarga Indonesia, Greenfields berkomitmen menghadirkan Jujurly Pure, Jujurly Fresh.
Jadi, saat kamu semakin paham tentang laktosa dan cara membaca label susu, kamu juga bisa lebih bijak memilih produk yang tidak hanya enak, tetapi juga terpercaya dari hulu ke hilir.
Yuk, mulai lebih peduli dengan apa yang kamu konsumsi setiap harin karena pilihan kecil hari ini bisa berdampak besar untuk kesehatan keluarga di masa depan.
A: Laktosa adalah gula alami yang terdapat dalam susu mamalia. Laktosa tersusun dari glukosa dan galaktosa, dan termasuk karbohidrat jenis disakarida.
A: Tidak. Laktosa adalah gula alami yang sudah ada di dalam susu, bukan gula yang ditambahkan seperti sukrosa.
A: Laktosa berasal dari susu dan tersusun dari glukosa serta galaktosa, sedangkan sukrosa berasal dari tanaman dan tersusun dari glukosa dan fruktosa.
A: Karena susu secara alami mengandung laktosa, sehingga tetap muncul dalam informasi nilai gizi sebagai gula total.
A: Tidak semua. Sebagian orang memiliki kondisi intoleransi laktosa karena produksi enzim laktase yang lebih rendah.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Lactose Intolerance. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/lactose-intolerance
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Carbohydrates and Sugar. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/carbohydrates/
TOKOPEDIA - Disc. 30% + CASHBACK 20RB
ASTRO - Sampai Hitungan Menit, FREE ONGKIR!
KLIKIndomaret - Klik Klik, Langsung Sampai!
SAYURBOX - Disc. 22% + FREE ONGKIR!
SEGARI - Disc. 28% + FREE ONGKIR!
Alfagift - Bebas Ongkir Sepuasnya!