Pernah merasa tinggi anak berbeda cukup jauh dibandingkan teman-teman seusianya? Jangan langsung khawatir. Setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda karena dipengaruhi oleh faktor genetik, waktu pubertas, nutrisi, aktivitas fisik, tidur, hingga kondisi kesehatannya.
Daripada hanya membandingkan dengan teman sekelas, orang tua dapat menggunakan tinggi rata-rata remaja Indonesia dan kurva pertumbuhan berdasarkan usia serta jenis kelamin sebagai gambaran awal.
Namun, penting dipahami bahwa angka pada standar pertumbuhan bukan target yang wajib dicapai setiap anak. Yang lebih penting adalah melihat pola pertumbuhan dari waktu ke waktu dan memastikan kebutuhan nutrisi serta kebiasaan sehat selama masa pertumbuhan tetap terpenuhi.
WHO Growth Reference 2007 menyediakan acuan tinggi badan menurut umur untuk usia 5–19 tahun. Sebagai gambaran, median acuan pada usia tepat 14 hingga 17 tahun berada dalam rentang berikut:
Ringkasan median acuan WHO 2007 (usia 14–17 tahun):
Rentang tersebut merangkum median acuan pada usia yang berbeda, bukan batas tinggi normal maupun rata-rata hasil pengukuran remaja Indonesia. Penilaian pertumbuhan perlu menggunakan usia dan jenis kelamin yang sesuai.
Ilustrasi berikut menampilkan acuan tinggi badan menurut umur dari WHO Growth Reference 2007. Acuan pertumbuhan ini perlu dibedakan dari data pengukuran penduduk Indonesia, seperti Riskesdas 2010.